Search here and hit enter....

Di 'Tangan' Jokowi, Jutaan Buruh Batal Turun Kejalan


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kepada DPR untuk menunda pembahasan RUU Cipta Kerja klaster Ketenagakerjaan. Hal itu senada dengan pernyataan DPR yang juga akan menunda pembahasannya.

"Kemarin pemerintah telah menyampaikan kepada DPR dan saya juga mendengar Ketua DPR sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa klaster Ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja ini pembahasannya ditunda, sesuai dengan keinginan pemerintah," ujarnya dilansir dari keterangan resmi Biro, Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (24/4/2020).

Jokowi mengatakan dengan penundaan tersebut, pemerintah bersama DPR memiliki waktu yang lebih banyak untuk mendalami substansi dari pasal-pasal yang berkaitan.

"Hal ini juga untuk memberikan kesempatan kepada kita untuk mendalami lagi substansi dari pasal-pasal yang terkait dan juga untuk mendapatkan masukan-masukan dari para pemangku kepentingan," tuturnya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan seluruh buruh merasa haru mendengar keputusan Jokowi. Meskipun dirinya sebelumnya mengaku sudah tau apa yang akan diumumkan Presiden.

"Kami saat ini menangis bahagia, terharu. Jutaan buruh sujud sukur bahagia, dari Sabang sampai Merauke," ujarnya dilansir dari laman detikcom Sabtu (25/4). 



Perlu diketahui, Andi sendiri beberapa hari yang lalu bersama dengan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban bertemu dengan Jokowi. 

Mereka membahas secara spesifik tentang Omnibus Law Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan.

Andi mengaku sudah bisa menebak apa yang akan disampaikan Jokowi. Meski tak bisa menyampaikan lebih dulu, dia yakin apa yang akan disampaikan Jokowi akan membahagiakan para buruh.

"Karena saya yakin Presiden pasti mendengar. Beliau ambil keputusan itu bukan karena tekanan demo, tapi karena hati nurani," tuturnya.



Dengan keputusan itu KSPSI, KSPI dan KSBSI yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) memutuskan untuk membatalkan aksi demo besar-besaran yang dijadwalkan pada 30 April 2020. 

Hal tersebut juga disampaikan oleh Presiden KSPI Said Iqbal.

"Maka dengan demikian, serikat buruh termasuk KSPI dengan ini menyatakan batal atau tidak jadi aksi pada tanggal 30 April di DPR ri dan Kemenko Perekonomian," ujar Said Iqbal.

BERIKAN KOMENTAR ()