Search here and hit enter....

Omnibus Law Memacu Pertumbuhan Kegiatan Berusaha


Salah satu tujuan dari akan diterapkannya Omnibus Law Cipta Kerja adalah bagaimana kebijakan ini kelak bisa memacu pertumbuhan kegiatan berusaha. Hal ini diupayakan melalui simplifikasi dan harmonisasi regulasi dan perizinan.

Awalnya, simplifikasi dan harmonisasi regulasi dan perizinan tersebut akan mendorong peningkatan investasi. Makin mudah dan tidak berbelit-belitnya birokrasi, langsung ataupun tidak, akan memicu calon-calon investor untuk mengalokasikan modalnya. Mereka akan menyadari bahwa negeri ini ramah investasi dalam rangka peningkatan kesejahteraan bersama.

Akan maraknya investasi itulah yang akan turut memacu pertumbuhan kegiatan berusaha. Ini akan membuka kesempatan munculnya pengusaha-pengusaha baru yang pada gilirannya akan meningkatkan lapangan pekerjaan.

Di samping itu, Omnibus Law Cipta Kerja turut mengatur program jaminan kehilangan pekerjaan. Ada sejumlah manfaat dalam program ini, di antaranya pemberian pelatihan, uang saku selama 6 bulan, serta job placement.

Hal itu khusus bagi karyawan yang perusahaannya bangkut atau kena PHK (pemutusan hubungan kerja) bukan karena kriminal dan aktif membayar BPJS ketenagakerjaan.

Sweetener juga akan diberikan khusus kepada perusahaan-perusahaan menengah ke atas yang sudah mempunyai banyak tenaga kerja.

Tidak hanya pada skala perusahaan besar. Pemerintah juga akan memberi keberpihakannya kepada pengusah kecil dan menengah. Perusahaan dengan moda kurang dari 10 miliar hanya cukup melakukan pendaftaran untuk melakukan kegiatan usaha.

Selain itu, keberpihak pemerintah juga salah satunya ditunjukkan dengan program PT sendirian dan peningkatan pembiayaan KUR Mikro. Apalagi selama ini KUR Mikro baru berjumlah 6 juta. Ini akan pemerintah tingkatkan menjadi 10 juta di tahun 2020 melalui Omnibus Law Cipta Kerja. Dan bahkan akan ditambah menjadi 30 juta di tahun 2024 ke depan.
BERIKAN KOMENTAR ()